Masjid Tuo Kayu Jao, Masjid Tua dengan Arsitektur Khas Minangkabau

Home / Wisata / Masjid Tuo Kayu Jao, Masjid Tua dengan Arsitektur Khas Minangkabau
Masjid Tuo Kayu Jao, Masjid Tua dengan Arsitektur Khas Minangkabau Masjid Tuo Kayu Jao yang beratapkan ijuk, khas bangunan rumah adat Minangkabau (FOTO: www.antaranews.com)

TIMESMATARAM, JAKARTA – Indonesia memiliki warga yang mayoritas beragama Islam, tak heran jika banyak masjid yang tersebar diseluruh penjuru Nusantara. Tak hanya masjid megah dengan arsitektur terkini, banyak juga masjid tua peninggalan penyebaran islam masa lampau yang masih kokoh berdiri. Masjid Tuo Kayu Jao salah satunya.

Masjid ini terletak di Jalan Kabupaten Solok-Solok Selatan atau Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Masjid Tuo Kayu Jao ini dibangun pada 1599, namun penjelasan dari penjaga sekaligus keturunan pendiri Masjid Tua Kayu Jao mengklaim dibangun pada 1419.

“Masih simpang siur pembangunanya, sebab pernah dirombak masjid ini jadi biarlah para sejarah yang nanti menyelidikinya,” tutur Pengurus Masjid Tuo, Mustamik seperti dikutip dari okezone.com.

Masjid-Kayu-Jao2.jpg

Pembangunan masjid ini digagas oleh Angku Imam yang bernama Musaur dan Angku Labai sekaligus sebagai Bilal. Masjid ini memiliki keunikan dan simbol Islam di Minangkabau yang kental. Atap masjid ini terbuat dari ijuk berwana hitam bersusun tiga. Tujuannya sebagai pencahayaan dalam ruangan masjid. Ijuk sendiri melambangkan desain rumah adat Minangkabau Rumah Gadang.

Arsitektur lokal berupa “Rumah Gadang” terlihat di bagian mihrab, yang memiliki atap dengan bentuk berbeda, yakni berbentuk gonjong.

Mustamik menjelaskan arsitektur ini panduan antara asimilasi simbol lokal dan Islam. "Atap masjid disangga oleh 27 tiang, yang menandakan enam suku, yang masing-masing terdiri dari empat unsur pemerintahan ditambah dengan tiga unsur agama, yakni khatib, imam dan bilal," jelasnya.

Masjid-Kayu-Jao3.jpg

Salah satu benda yang menjadi ikon di masjid ini adalah bedug atau tabuah dalam bahasa Minang. Dipercaya bedug itu usianya juga sama dengan masjid itu sendiri. Hingga kini bedug masih difungsikan sebagai penanda waktu masuk shalat.

Tak itu saja, keunikan masjid ini dari segi tonggaknya ada 24 tiang, melambangkan jumlah Ninik Mamak yang 24 orang. Kemudian memiliki jendela sebanyak 13 pintu melambangkan rukun salat. Anak tangga memasuki masjid berjumlah 5 undakan, melambangkan Rukun Islam.

Masjid Tou Kayu Jao ini telah beberapa kali direnovasi. Meski demikian tidak mengubah arsitektur asli bangunan. Saat ini selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid satu lantai ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi warga sekitar. Bahkan masjid tua ini telah menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal di Sumatera Barat terutama di Kabupaten Solok. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com