Buntut Insiden di Laga Kontra PSIS Semarang, Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi kepada Striker Persela

Home / Olahraga / Buntut Insiden di Laga Kontra PSIS Semarang, Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi kepada Striker Persela
Buntut Insiden di Laga Kontra PSIS Semarang, Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi kepada Striker Persela Salah satu aksi Striker Persela, Gabriel do Carmo pada laga kontra PSIS Semarang di Stadion Surajaya Lamongan. (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)

TIMESMATARAM, LAMONGAN – Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi kepada striker asing Persela Lamongan, Gabriel do Carmo.

Sanksi tersebut dijatuhkan, setelah Gabriel do Carmo terbukti melakukan tindakan tidak sportif, yaitu memukul penjaga gawang PSIS Semarang, dalam laga pekan kedua Shopee Liga 1 2020 yang berlangsung di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (7/3/2020) lalu.

Saat itu, Gabriel diganjar kartu merah langsung oleh wasit pada menit 61 dan laga berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu, PSIS Semarang.

Akibat tindakannya, striker berpaspor Brasil tersebut mendapat hukuman berupa larangan bermain  sebanyak dua pertandingan serta denda sebesar Rp. 20 juta.

Manajer Persela Lamongan, Edy Yunan Achmadi, mengaku telah menerima salinan keputusan dari Komdis PSSI terkait sanksi yang dijatuhkan kepada Gabriel do Carmo.

"Kami sudah dimintai klarifikasi dan Komdis sudah kita balas. Kami menerima keputusan Komdis karena melakukan hal semacam itu tidak boleh," kata Yunan, Sabtu (4/4/2020).

Namun menurut Yunan, tindakan yang dilakukan Gabriel lantaran terpancing oleh aksi penjaga gawang PSIS, Jandia Eka Putra yang menurutnya juga melakukan kurang sportif.

"Di dalam rekaman jelas pihak lawan juga mencoba melakukan perbuatan yang juga melanggar fair play, itu terlepas dari pengawasan wasit," ucapnya.

Meski demikian, Yunan juga tidak membenarkan aksi yang dilakukan oleh striker bernomor punggung 50 tersebut. Terlebih Gabriel adalah pemain asing, yang seharusnya memberikan contoh positif kepada pemain lokal.

"Apa yang dilakukan Gabriel tidak dibenarkan, dengan melakukan pembalasan itu juga tidak dibenarkan," tutur Yunan.

Yunan berharap sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi Gabriel do Carmo dan seluruh pemain Persela Lamongan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com