Konsumsi Jahe Berisiko untuk Ibu Hamil?

Home / Gaya Hidup / Konsumsi Jahe Berisiko untuk Ibu Hamil?
Konsumsi Jahe Berisiko untuk Ibu Hamil? Ilustrasi - Ibu hamil (FOTO: Shutterstock)

TIMESMATARAM, JAKARTA – Jahe kerap dikenal sebagai obat tradisional yang mampu mengatasi beragam keluhan kesehatan. Bahkan, jahe sering dimanfaatkan untuk ibu hamil untuk mengatasi mual dan muntah terutama di awal kehamilan. Sebenarnya, amankah ibu hamil konsumsi jahe?

Khasiat jahe diyakini berasal dari senyawa alami bernama gingerol dan shogaol. Kedua senyawa ini terbukti dapat mempercepat pengosongan lambung sehingga bisa meredakan keluhan mual dan muntah pada ibu hamil.

Sebagian besar ahli mengatakan bahwa dosis aman jahe untuk mengatasi mual dan muntah adalah sekitar 1.000–1.500 mg per hari. Dosis lebih dari itu justru dinilai tidak efektif dan berisiko menimbulkan efek samping.

Meski diyakini memiliki banyak manfaat, jahe memiliki beberapa efek samping yang perlu dipertimbangkan. Pada sebagian orang, konsumsi jahe dapat menimbulkan efek samping ringan berupa mulas, nyeri ulu hati, diare, atau iritasi mulut.

Jahe juga diduga memiliki efek samping pada kehamilan. Kejadian berat badan lahir rendah, cacat lahir, atau keguguran pernah dilaporkan pada beberapa ibu hamil yang mengonsumsi jahe. Walaupun begitu, risiko terjadinya hal ini masih dianggap rendah.

Beberapa ahli juga mengatakan adanya peningkatan risiko perdarahan dengan konsumsi jahe. Oleh karena itu, jahe tidak disarankan untuk ibu hamil yang sudah mendekati persalinan atau yang mengonsumsi obat antikoagulan. Lebih baik, jika Anda sedang hamil dan ingin mengonsumsi jahe, sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com