APTI Jatim: Tahun 2019 Harga Tembakau di Probolinggo Harus Stabil

Home / Ekonomi / APTI Jatim: Tahun 2019 Harga Tembakau di Probolinggo Harus Stabil
APTI Jatim: Tahun 2019 Harga Tembakau di Probolinggo Harus Stabil Petani tembakau di Kabupaten Probolinggo, sedang merawat tembakaunya di sawah.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESMATARAM, PROBOLINGGO – Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Jawa Timur (APTI Jatim) Ahmad Muzamil mengungkapkan, pada musim tanam tembakau 2019 di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diharapkan pihak gudang membeli harga yang seimbang dari petani.

Menurut Muzamil, karena areal tanam tembakau di tahun 2019 ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya luas lareal tanamnya, bisa kurang atau sama. Namun, kata dia, untuk tahun ini areal tanamnya lebih sedikit dari tahun sebelumnya.

“Bulan Juni 2019 ini, banyak petani di Kabupaten Probolinggo, sudah mulai tanam tembakau. Kami APTI berharap, pihak gudang mengambil harga yang maksimal dari para petani, karena harus diimbangi dari mahalnya biaya perawatan dan harga obat-obatan. Minimal harganya harus Rp 35-45 ribu per kilogram,” kata Muzamil, Rabu (12/6/2019).

Pria yang juga Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, ini juga menuturkan, di Kabupaten Probolinggo, ada tujuh Kecamatan yang masih produktuf tanam tembakau, seperti biasa yakni Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk, Krejengan, Kraksaan, dan Kecamatan Gading.  

Sedangkan luas areal tanam tembakau berdasarkan data dari Pemkab setempat, rencana luas areal tanam tembakau musim tanam tahun 2019 se-Kabupaten Probolinggo seluas 10.774 hektare. Dengan asumsi rencana produksi sebesar 12.929 ton dan asumsi produktivitas 1,2 ton per hektare.

“Namun, tidak menutup kemungkinan pula, petani yang biasa tanam tembakau bisa-bisa beralih ke tanam jagung dan tanaman lainnya, karena itu secara tidak terduga. Dari itu kami memprediksi areal tanamnya bisa kurang, bisa sama. Dan yang jelas tahun ini besar kemungkinan areal tanamnya berkurang,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, luas rencana areal tanam tembakau tahun 2019 di tujuh Kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Paiton seluas 1.943 hektare tersebar di 20 desa; Kecamatan Kota Anyar seluas 1.544 hektare tersebar di 13 desa; Kecamatan Pakuniran seluas 1.490 hektare tersebar di 11 desa; Kecamatan Besuk seluas 2.188 hektare tersebar di 16 desa; Kecamatan Krejengan seluas 2.200 hektare tersebar di 17 desa; Kecamatan Kraksaan seluas 1.110 hektare tersebar di 14 desa; dan Kecamatan Gading seluas 299 hektare tersebar di tujuh desa.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com