Sepakat Kerjasama dengan HKTI NTB, Ditjen PSP Kementan RI Siap Kucurkan Dana KUR

Home / Ekonomi / Sepakat Kerjasama dengan HKTI NTB, Ditjen PSP Kementan RI Siap Kucurkan Dana KUR
Sepakat Kerjasama dengan HKTI NTB, Ditjen PSP Kementan RI Siap Kucurkan Dana KUR Suasana penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementan RI Indah Megahwati dan Ketua HKTI NTB H. Rumaksi.(FOTO: Anugrah Dany/TIMES Indonesia)

TIMESMATARAM, MATARAM – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat atau HKTI NTB melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan  Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI (Ditjen PSP Kementan RI) tentang penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani bawang putih dan jagung.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementan RI Indah Megahwati dengan Ketua HKTI NTB H. Rumaksi dan disaksikan langsung  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Husnul Fauzi serta Direktur Kepatuhan dan Managemen Resiko PT Bank NTB Syariah Ferry Satrio di Hotel Santika, Kota Mataram, Kamis (20/2/2020).

Ketua HKTI NTB H. Rumaksi menyatakan, dengan adanya penandatangan kerjasama tersebut diharapkan dapat memberi solusi permasalahan pembiayaan para petani. Menurut dia, dalam pengembangan bawang putih dan jagung itu petani membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Dengan ditandantanganinya kerjasama ini bisa membawa berkah dan hajat bagi kami para petani yang bergabung dalam HKTI NTB," katanya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini untuk melindungi petani yang tergabung dalam HKTI, telah dilakukan kerja sama pola kemitraan baik dengan perusahaan maupun dengan Bank NTB Syariah. 

Sehingga para petani tidak kebingungan ketika musim panen tiba, sebab perusahaan dan Bank NTB Syariah yang menjadi mitra HKTI NTB dapat langsung membeli hasil panen petani.

“Amanat ketua umum kami pak Moeldoko yang juga Staf Kepresidenan meminta petani harus kaya agar bisa mengangkat harkat dan martabat keluarganya,” ucap Rumaksi.

Sementara, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI  Indah Megahwati mengatakan, KUR dinilai sangat membantu petani untuk melanjutkan atau mengembangkan usaha taninya. 

"Masalah pembiayaan memang menjadi kendala. Petani sedikit kesulitan ketika akan meminjam ke bank karena masalah agunan atau jaminan dan angsurannya yang cukup besar," ucapnya.

Indah menyampaikan, KUR yang disediakan Kementan sebesar Rp 50 triliun pada tahun 2020 se-Indonesia. Menurutnya, KUR yang dikeluarkan bukanlah berbentuk uang, melainkan berbentuk sarana produksi pertanian. 

"Saat ini penyaluran KUR yang sudah berjalan khusus untuk pertanian itu sudah sekitar hampir Rp 2 triliun, sedangkan di NTB sendiri sudah tersalurkan sekitar Rp 500 miliar,” ujarnya.

Agar dana KUR dapat tersalurkan secara adil dan merata, Indah meminta kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB untuk berperan dalam mengeluarkan surat pernyataan bahwa petani/kelompok tani itu berhak mendapatkan KUR.

“Makanya nanti ke depannya akan ada pendamping untuk para petani yang fungsinya sebagai konsultan atau yang membantu petani untuk mengajukan KUR," katanya.

Indah berharap dengan adanya penandatanganan kerjasama antara Ditjen PSP Kementan RI dengan HKTI NTB, para petani bawang dan jagung dapat menikmati fasilitas dana KUR dengan bunga yang sangat rendah, yakni enam persen pertahun.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com