Pemindahan Ibu Kota Tak Libatkan Rakyat, Moeldoko: Presiden Sudah Izin ke DPR

Home / Berita / Pemindahan Ibu Kota Tak Libatkan Rakyat, Moeldoko: Presiden Sudah Izin ke DPR
Pemindahan Ibu Kota Tak Libatkan Rakyat, Moeldoko: Presiden Sudah Izin ke DPR Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESMATARAM, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai, kritik terkait rencana pemindahan ibu kota negara tak melibatkan masyarakat kurang tepat. Sebab, Presiden Jokowi telah meminta izin ke anggota dewan perwakilan rakyat dalam pidato kenegaraannya 16 Agustus lalu. 

Sebelumnya, eks cawapres 02, Sandiaga Uno, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, dan sejumlah pihak mengkritik rencana pemindahan ibu kota yang digulirkan pemerintah. Baik Sandiaga hingga Fadli menilai perlu ada referendum dan pembahasan bersama masyarakat terkait pemindahan ibu kota.

"Saya pikir kita punya dewan yang mewakili, ada anggota dewan. Kemarin Presiden minta izin kepada anggota dewan untuk nantinya bisa merestui, karena nanti akan dilarikan ke undang-undang. Jadi tidak sejauh itulah (referendum)," kata Moeldoko di Gedung Krida Bakti, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

Kata Moeldoko, rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sudah dipertimbangkan dengan matang, dengan memperhatikan wajah ibu kota ke depan dalam jangka panjang. 

"Kalau tidak dimulai, kapan lagi? Karena inisiasi mengembangkan ibu kota kan sudah lama. Kalau dipikirkan terus kan tidak terealisasi. Terus kapan mau move on-nya? Ini mau di-move on kan," jelas moeldoko.

Dia juga menyebut kajian terkait dampak lingkungan untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan juga sudah dilakukan dengan maksimal.

"Itu sudah dihitung dari sisi ekologinya. Kan ada pertimbangan lingkungannya seperti apa. Menteri Lingkungan sudah membuat kajian-kajian pasti sudah dipikirkan," ujar Moeldoko, menanggapi pernyataan Sandiaga Uno dan Fadli Zon yang menyebut pembahasan rencana pemindahan ibu kota tidak melibatkan rakyat. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com