Humas Pemda KLU Gelar Forum Bakohumas, Ini yang Dibahas

Home / Berita / Humas Pemda KLU Gelar Forum Bakohumas, Ini yang Dibahas
Humas Pemda KLU Gelar Forum Bakohumas, Ini yang Dibahas Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi panel forum Badan Koordinasi Humas (Bakohumas).(Foto: HumasPro KLU/TIMES Indonesia)

TIMESMATARAM, LOMBOK UTARAHumas Pemda KLU menggelar diskusi panel forum Bakohumas (Badan Koordinasi Humas). Kegiatan ini merupakan upaya dalam penerapan siaran komunikasi yang terintegrasi serta saling sinergi antarlembaga, komponen masyarakat dan stakeholder dengan prinsip humanitarian. 

Kegiatan tersebut berlangsung menghadirkan keynote speaker Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, dengan narasumber Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, Wakil Sekretaris PWI NTB Rudi Hidayat dan Kadis Kominfo Kabupaten Lombok Utara (KLU) H. Muhammad, dimoderatori Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas.

Sedangkan peserta dihadiri unsur kehumasan berbagai intansi/lembaga dan BUMD se-Lombok Utara. Diantaranya Humas RSUD, Sekretariat DPRD, PDAM, Kemenag, BPS dan unsur kehumasan lainnya.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar pada kesempatan tersebut menyatakan informasi yang jika disampaikan tidak baik, kendati itu baik, maka hasilnya bisa tidak baik.

"Saya pernah membaca sebuah artikel dengan judul Pergi ke Surga Melewati Neraka yang menceritakan tentang seorang wisatawan pergi ke Gili Trawangan tetapi di tengah laut, ia diminta tambahan ongkos oleh petugas boat. Wisatawan menjawab tidak bisa, tadi kita sudah sepakat ongkosnya di awal. Kemudian yang punya boat mengatakan, kalau begitu silakan turun. Ini hebat dan kuat kesan informasinya," kata Najmul, Rabu (14/8/2019). 

Najmul menyampaikan, kesan terhadap peristiwa menjadi penting sehingga bagaimana mengemas kesan yang baik menjadi informasi penting merupakan tugas dari humas. 

"Lebih-lebih pada saat ini, kita melakukan percepatan rehab rekon, selalu saja kita masih terjebak pada bad news is good news. Contoh, satu rumah saja kemarin dicor tidak baik, kemudian itu digeneralisir seolah semuanya begitu. Itulah kondisi Lombok Utara saat ini," ujarnya.

"Saya selalu berpesan bahwa kita tidak perlu membanggakan pemerintahan ini, tetapi perlu proses informasi apa yang bisa disampaikan ke masyarakat. Ini tugas kita," imbuh Najmul 

Sementara, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB  Najamuddin Amy, mengibaratkan Humas sebuah lingkaran. Humas termasuk organisasi di dalam lingkaran media. Dalam lingkaran organisasi itu ada leadership atau kepemimpinan. Menurutnya, titik inti dari sistem manajemen itu ada pada pemimpinnya. 

"Bayangkan jika protokol tidak bisa mengatur dengan baik, maka pimpinan tidak bisa mengambil tindakan dan kebijakan. Kenapa kemudian kita dipilih, karena kita harus memiliki hubungan yang baik. Menjaga perasaan orang dan (sikap) profesional itu harus dilakukan, kita harus menjaga semua itu," katanya.

Najamuddin memaparkan pula konsep Public Relation Command Center (PRCC). Dalam gagasannya, PRCC merupakan inovasi sistem manajemen informasi yang berkaitan dengan tupoksi kehumasan dan keprotokolan yang diluncurkan Februari tahun 2018.

"Saya menawarkan konsep baru, semacam laboratorium kehumasan tempat belajar bagi semua yang membutuhkan. Karena kita tidak ingin perubahan itu hanya pada diri kita, tetapi harus pada informasi yang dikemas sesuai realita dan dipublikasi. Terintegrasi dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, narsum dari PWI NTB H. Rudy Hidayat, menyoroti relasi kehumasan dan media dengan perkembangan era konvergensi media. Kehumasan perlu responsif, cepat dan tepat dalam penyampaian informasi publik. 

Terlebih kini media telah berkembang dengan digitalisasi. Ditambahkannya, antara humas dan media itu perlu bersama mengedepankan informasi yang akurat serta mampu menjaga social networking

Pada tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika KLU H. Muhammad, menyampaikan keberadaan kehumasan memang penting, karena pendampingan pimpinan daerah dalam kegiatannya, sehingga bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Maka erat kaitannya dengan kegiatan Bakohumas.

"Fungsi kita di Kominfo dan Humas adalah menyampaikan informasi yang baik, tetapi rupanya OPD ini jual mahal sehingga kita yang menginformasi selalu salah, tidak memberikan informasi. Padahal informasi yang kita akan sampaikan penting," tandasnya. 

Forum Bakohumas yang diselenggarakan oleh Humas Pemda KLU pada tahun 2019 ini berupa diskusi panel dengan  menyertakan Humas instansi/lembaga, BUMD, dan stakeholders lainnya secara reguler dua kali setahun. Sebagai sarana komunikasi dan wahana para pegiat kehumasan di Lombok Utara.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com