Nyoblos Lebihi Satu Kali, Jaksa Tetapkan Lorens sebagai Tersangka

Home / Berita / Nyoblos Lebihi Satu Kali, Jaksa Tetapkan Lorens sebagai Tersangka
Nyoblos Lebihi Satu Kali, Jaksa Tetapkan Lorens sebagai Tersangka Tersangka Lorens saat didampingi Tim Gakumdu Sumba Timur (FOTO:Habibudin/TIMES Indonesia)

TIMESMATARAM, WAINGAPU – Kepala Seksi Inteljen Kejaksaan Negeri Waingapu, Kabupaten Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT), I.GN Agung Wira Anom Saputra, SH, membenarkan, bahwa telah melakukan penangkapan kepada Lorens Umbu Lombu alias Lorens, terdakwa kasus yang dengan sengaja mencoblos atau memberikan hak suaranya melebihi dari satu kali dalam Pemilu 17 April 2019 lalu.

Agung Wira menjelaskan, terdakwa Lorens bertempat tinggal di Umajangga Desa Kambatawundut, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur dengan sengaja memberikan hak suaranya di dua TPS yakni di TPS 5 dan TPS 2.

Pasalnya, terdakwa mendapat undangan berupa C-6 untuk melakukan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten untuk mencoblos di TPS 5 sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) alamatnya dan setelah mencoblos pada pukul 08.00 Wita terdakwapun kembali kerumah.             

Lanjut Wira, setibanya dirumah karna istri terdakwa tidak mendapatkan lampiran C-6 untuk mencoblos di TPS 5 maka pada pukul 11.00 Wita terdakwa mengantar istrinya menuju TPS 2 dengan membawa selembar Copyan Kartu Keluarga (KK) dengan tertera nama terdakwa untuk mendapat kesempatan mencoblos di TPS 2.

“Menurut saksi petugas KPPS saat mengumpulkan foto copy KTP dan KK setelah memeriksa DPT ternyata terdakwa tidak terdaftar dalam DPT dan juga saat memeriksa jari tangan terdakwa tidak terdapat tinta namun setelah di periksa KPPS adanya pencoblosan didua TPS oleh tesangka,”kata Wira.

Menurutnya, terkait dengan kasus sengaja mencoblos dua kali tersebut bahwa setiap orang dengan sengaja pada waku pemungutan suara memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu TPS/TPSN atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 bulan dan denda paling banyak Rp 18 Juta. “Kasus ini sudah tahap ke dua dan akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Waingapu untuk disidangkan,”ujarnya.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com