BPBD Kabupaten Probolinggo Siapkan Masker untuk Warga Bromo 

Home / Berita / BPBD Kabupaten Probolinggo Siapkan Masker untuk Warga Bromo 
BPBD Kabupaten Probolinggo Siapkan Masker untuk Warga Bromo  Kepulan asap dari kawah Bromo mengarah ke pemukiman warga di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (FOTO: istimewa for TIMES Indonesia)

TIMESMATARAM, PROBOLINGGOBPBD Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyiapkan sejumlah masker untuk warga terdampak hujan abu tipis erupsi Bromo.

Berdasarkan informasi, ada sekitar lima desa terdampak abu tipis erupsi Gunung Bromo, meliputi Desa Ngadisari, Jetak, Wonotoro, Ngadas dan Wonokerto. Sebaran abu tipis erupsi Bromo ini, nampak dari teras warga, teras hotel di sekitar Cemoro Lawang, dedaunan dan kendaraan roda empat yang terparkir di ruang terbuka.

Bahkan, aktivitas belajar mengajar di sekolah lima desa tersebut, sudah mengalami gangguan. Pengurus PGRI Kecamatan Sukapura, Sutono menyebut, pihaknya menerima keluhan dari para kepala sekolah. Hujan abu tipis sudah dirasakan warga sejak dua hari terakhir.

Terkait keluhan warga terdampak erupsi Bromo, Kalaksa BPBD, Anggit Hermanuadi mengatakan, BPBD Kabupaten Probolinggo sudah menyiapkan masker. Untuk mengurangi dampak abu vulkanik yang melanda sebagian desa di Kecamatan Sukapura. Sehingga warga maupun pelajar di daerah terdampak, dapat beraktifitas. Dengan menggunakan masker, meski hujan abu tipis melanda sekitar lereng Bromo.

“Sudah kami siapkan, berapapun kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Namun akan dibagikan bertahap,” ujar Anggit, Kamis (14/3/2019).

Sejauh ini, kondisi Gunung Bromo masih terus mengalami erupsi. Berdasarkan data dari Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA), teramati asap kawah setinggi 50 hingga 700 meter dari puncak kawah. Berwarna putih, kelabu dan coklat. Dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal. Tercium bau belerang ringan di sekitar Pos Pengamatan Gunung Api Bromo. Aktifitas kegempaan, terekam dengan amplitudo 0,5 hingga 5 milimeter, dominan 1 milimeter. Keadaan ini, patut diwaspadai untuk aktifitas penerbangan.

Selain itu, wisatawan dan warga tetap dihimbau untuk tidak masuk dalam radius satu kilometer dari kawah Gunung Bromo. Hal ini juga untuk keselamatan warga dan wisatawan sendiri. Sementara lokasi wisata lainnya, seperti puncak seruni poin, puncak mentigen dan penanjakan, masih aman dikunjungi, melalui pintu masuk Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com